Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

Ilmu Pengetahuan Sebagai Hutan Belantara Kehidupan

09 January 2014 - dalam Umum Oleh siti-alvi-fisip12

Ilmu pengatahuan diibaratkan sebuah hutan belantara. Mengapa dinamakan hutan belantara? Hal ini difilosofikan bahwa hutan itu terdapat banyak berbagai jenis pohon yang telah terkualifikasi dengan baik. Baik besar atau kecil, tinggi atau pendek, kayu ataupun semak belukar. Yah..begitu pulalah ilmu itu. Ilmu diartikan sebagai struktur. Ilmu banyak mengandung komponen-komponennya yang saling mempengaruhi. Komponen ini meliputi tingkat kepekaan ilmuwan terhadap fenomena yang terjadi, tingkat ideologi, keterbukaan dengan luar, kegunaan, manfaat, cabang ilmu pengetahuan, dan interaksi antara elemen-elemen yang ada didalamnya . Namun, pada hakikatnya di era sekarang ini nampaknya ilmu pengetahuan sering kali disalahgunakan oleh pemakainya. Mengapa demikian? Teka-teki pertanyaan ini nampaknya sulit untuk dijawab. Dalam pembahasan filsafat kali ini kita tidak membahas tentang bagaimana ilmu dapat disalahgunakan namun, kita akan membahas tentang hakikat kegunaan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Pada hari Selasa tanggal 30 April 2013, seperti biasanya kelas kami Ilmu Administrasi Negara kembali bertatap muka dalam mata kuliah FILSAFAT ILMU pasca UTS. Mata kuliah yang menjadi instrumen dalam merekrut calon pemimpin bangsa yang Excellent With Morality.  Dalam hal ini, pembimbing kita bapak Adib kembali memberikan kata-kata mutiara yang memotivasi aksi mahasiswa AN agar menjadi agen yang baik di masa depan. Apa itu? Diantaranya “Mahasiswa yang bermoral baik dan terjamin kesuksesannya adalah mahasiswa yang mampu jujur terhadap diri sendiri, tuhan, orang lain,dan sesama. Dan ia juga memiliki sifat amanah, yakni omongan, tindakannya dapat dipercaya oleh orang lain dimanapun ia berada”

FILSAFAT ILMU

10.00-10.40

Struktur (Pohon) Ilmu Pengetahuan

(ADIB, 2010 : 91-116)

  • Paradigma
  • Aksioma
  • Tesis / Teori/ Hukum
  • Metodologi / Logika
  • Term/ Konsep/ Konseptualisasi/ Proposisi
  • Fakta Informasi –Data
  • Fenomena
  • Realitas
 

Langsung saja, tepat pada pukul 10.00 WIB , matkul filsafat ilmu dimulai. Pokok bahasan kita kali ini nampaknya telah terpampang jelas  dalam goresan tinta di white board.

 

 

 

 

 

 

Namun sebelum memulai kuliah, wajah bapak kita satu ini nampak berseri-seri. Setelah berbincang-bincang ternyata keceriaan itu disebabkan oleh perubahan predikat yang disandang beliau. Predikat apa? Hal ini sempat menjadi pertanyaan diantara kami. Ternyata perubahan itu ialah status sosial beliau yang mana dulu hanya menjadi bapak, kini telah menjadi mertua sekaligus besan. Perubahan ini nampaknya semakin mendorong beliau untuk lebih berkontribusi pada instansi dimana beliau berdiri sekarang ini serta keluarga yang semakin meluas dan bertambah saja. :D perubaha dalam kehidupan pribadi beliau nampaknya juga mendorong perubahan gaya mengajar beliau yang lebih sempurna saja. Nampak sistematika presentasi kelompok dan diskusi kelompok yang berbeda menjadi perubahan pertama. Presentasi kali ini dilaksanakan oleh kelompok VB , dengan presidennya Muji, sekertarisnya Ogin, dan para bendaharanya urut dari Fara, Mega, dan Astrid.

            Ilmu yang kami dapat dari presentasi ini adalah meliputi pengertian dari ilmu pengetahuan itu sendiri yang terdefinisikan oleh beberapa ahli, diantaranya:

  • Ø Menurut Gaston Bachelard dalam Rizal Mustansyir menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu produk pemikiran manusia yang sekaligus menyesuaikan antara hukum-hukum pemikiran dengan dunia luar.
  • Ø Menurut Jujun S. Sumantri dalam bukunya Filsafat Ilmu menyatakan bahwa paradigma adalah sebuah konsep dasar yang dianut oleh suatu masyarakat tertentu termasuk masyarakat ilmuwan

Selain pengertian ilmu pengetahuan , adapula definisi dara paradigma itu sendiri. . Paradigma dalam ilmu pengetahuan mempunyai definisi bahwa seperangkat keyakinan mendasar yang memandu tindakan-tindakan manusia dalam kesehariannya maupun dalam penyelidikan ilmiah. Paradigma digunakan untuk menemukan hakikat realitas atau ilmu pengetahuan . Menurut Muhammad Adib dalam bukunya Filsafat Ilmu , ada empat paradigma, yaitu : Positivisme, Postpositivisme, Critical Theory, Konstruktivisme. Di dalam filsafat ilmu , ilmu juga harus memiliki unsur – unsur yang harus ada dalam komponennya. Unsurnya  yaitu : paradigma, aksioma, teori, hipoesis, metodologi atau logika, konsep, fakta (Informasi Data), fenomena, realitas.

Ada juga cara kerja paradigma ilmu menurut Kuhn dalam Rizal Mustansyir (Filsafat Ilmu, 2010: 154), menyatakan bahwa cara kerja paradigma dan terjadinya revolusi ilmiah secara singkat dapat digambarkan menjadi tiga tahapan . Tahapan – Tahapannya yaitu :

  1. Tahap Pertama, paradigma ini membimbing dan mengarahkan aktivitas ilmiah dalam masa ilmu normal (normal science).
  2. Tahap kedua, menumpuknya anomali-anomali menimbulkan krisis kepercayaan dari para ilmuwan terhadap paradigma.
  3. Tahap ketiga, para ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang lama sembari memperluas dan mengembangkan suatu paradigma tandingan yang dipandang bisa memecahkan masalah dan mebimbing aktivitas ilmiah berikutnya.

Dan dari penjelasanitu dapat kita tarik kesimpulan bahwa paradigma ilmu adalah seperangkat keyakinan mendasar yang memandu tindakan-tindakan manusia dalam kesehariannya maupun dalam penyelidikan ilmiah yang dalam hal ini dibatasi pada paradigma pencarian ilmu pengetahuan, yaitu suatu keyakinan dasar yang digunakan berbagai kalangan.

Setelah sesi pertama yakni presentasi, sesi kedua dilanjutkan dengan tambahan materi oleh kelompok pembanding. Kelompok pembanding menyebutkan bahwa pengetahuan itu harus bersifat ilmiah. Dan ilmu pengetahuan yang ilmiah itu memiliki 5 ciri pokok, yakni (a) empiris (b) sistematis (c) objectif (d) analitis (e) verifikatif.

 

  1. Metode ilmiah

Dalam metode ilmiah, ada 2 metode yakni khusus dan umum. Dalam metode ilmiah umum terdapat 2 pembagian yang terklasifikasi dalam metode analitiko-sintesis yang mana merupakan gabungan antara metode analisis dan metode sintesis ; dan metode non-deduksi yang merupakan gabungan antara metode deduksi dan metode induksi. Sedangkan dalam metode penyelidikan ilmiah ada 2 metode juga yakni yang berbentuk daur / siklus empiris , dan garis lempeng / linear / metode vertikal.

  1. Teori

Teori merupakan suatu abstraksi intelektual dimana pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. Artinya, teori ilmu merupakan penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskan. Teori dalam pengetahuan ilmiah pada dasarnya adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis. Kumpulan proposisi itu adalah alat untuk menjelaskan suatu fenomena yang menjadi objek penelitian.

  1. Hipotesis

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang akan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.

  1. Logika

Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau tepat. Agar berpikiran lurus, tepat dan teratur logika menyelidiki, merumuskan,serta menerapkan hukum – hukum yang harus ditepati. Berpikir adalah objek material logika. Logika menurut The Liang Gie (1980) dapat digolongkan menjadi 5 macam yaitu : (a) logika dalam pengertian sempit dan luas (b) logika deduktif dan induktif (c)  logika formal dan material (d) logika murni dan terapan (e) logika filsafat dan matematik

  1. Data-informasi

Data adalah sebuah fakta yang berupa angka, teks, dokumen, gambar, bagan, simbol-simbol dan suara yang mewakili deskripsi verbal tertentu. Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.

  1. Pembuktian

pengertian tentang  Pembuktian, yaitu: “Perbuatan memberi (memperlihatkan bukti, melakukan sesuatu sebagai bukti kebenaran, melaksanakan cita-cita dan sebagainya, menendakan atau menyatakan bahwa sesuatu benar serta meyakinkan, menyaksikan)”.

  1. Evaluasi

Evaluasi merupakan prosespenarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Ada 4 cara yang digunakan untuk menjelaskan mengenai kecocokan antara hipotesis dan tujuan. Hal ini adalah (a) penjelasan deduktif (b) penjelasan probabilitasn (c) penjelasan genetis (d) penjelasan fungsional.

  1. Paradigma

Secara etimologis paradigma berarti model teori ilmu pengetahuan atau kerangka berpikir. Sedangkan secara terminologis paradigma berarti pandangan mendasar para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Jadi, paradigma ilmu pengetahuan adalah model atau kerangka berpikir beberapa komunitas ilmuwan tentang gejala-gejala dengan pendekatan fragmentarisme yang cenderung terspesialisasi berdasarkan langkah – langkah ilmiah menurut bidangnya masing-masing. Ada 4 cara berfikir berdasarkan dikotomi pengaruh antara individu dan masyarakat. (i) dikotomi muncul akibat asumsi umum bahwa individu dapat membentuk atau mengubah masyarakat (ii) dikotomi muncul akibat asumsi umum bahwa individu merupakan produk dari masyarakat (iii) model perspektif yang bersangkut paut dengan hubungan antara anggota masyarakat (iv) model yang akan menghasilkan suatu gambaran yang menyambung.

Setelah sesi kedua selesai, sesi ketiga dan ke-empat adalah sesi pertanyaan yang mana meliputi pertanyaan dari audience. Dan jawaban dari kelopmok penyaji dan pembanding yang kemudian diikuti lagi oleh jawaban dari audience. Pertanyaan itu meliputi:

1)   Bagaimana cara atau strategi  ilmu pengetahuan agar ilmu pengetahuan itu mampu memberikan  suatu manfaat untuk kemaslahatan seluruh umat manusia, dan bagaimana jika ilmu pengetahuan itu justru merusak tatanan masyarakat?

2)   Apakah ada dampak nyata terhadap pengetahuan dan masyarakat apabila salah satu kesatuan metodologi penelitian itu tidak digunakan ?

Rangkuman jawaban dari kelompok penyaji, pembanding , dan audience, adalah :

1)   Suatu cara atau strategi pemanfaatan terbaik dalam suatu ilmu pengetahuan adalah kembali pada diri pribadi pengguna itu sendiri. Pemakai harus benar-benar mengerti cara pemanfaatan ilmu tersebut serta mempunyai landasan etika dan moral yang kental pada dirinya sendiri. Selain itu, sebelum ilmu pengetahuan dipublikasikan, ia harus benar-benar diuji melalui tahap-tahap yang sistematis dan ilmiah, serta harus memiliki sasaran yang jelas tentang ilmu berikut kelemahan dan kekurangan ilmu itu sendiri. Selain itu harus ada larangan tentang tindakan yang menyalahi aturan dan bertentangan dengan ilmu pengetahuan itu sendiri. Misalkan saja adanya larangan tentang pemakaian internet untuk melihat situs pornografi. Aturan ini juga memiliki sanksi yang tegas dan mengikat.

Dan apabila penggunaanmya memang salah maka undang-undang dan hukum di Indonesia akan berlaku dan memberikan sanksi yang sesuai. Misalkan aturan larangan keras menjiplak karya orang lain.  Selain itu juga harus ada upaya pembangunan kembali mental dan percaya diri para peneliti dan ilmuwan.

Pohon pengetahuan merupakan sebuah bentuk diagram yang menggambarkan bagaimana proses membentuk/menciptakan pengetahuan. Di dalamnya terdapat berbagai tahapan yang harus benar-benar dilewati dengan baik tanpa terkecuali. Karena pada dasarnya tahapan-tahapan ini merupakan rangkaian proses yang ada untuk menyatakan suatu realita bisa di anggap sebuah pengetahuan yang bisa diterima oleh khalayak dengan meminimalisir kesalahan-kesalahannya sehingga keabsahan pengetahuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

2)   Seluruh elemen/unsur yang ada pada pohon pengetahuan ialah sebuah satu kesatuan yang secara sistematis dan menyeluruh saling mempengaruhi satu sama lain. Dengan keterkaitannya satu unsur dengan unsur selanjutnya merupakan tahapan-tahapan yang haruslah dilewati sebelum menuju ke tahapan selanjutnya. Jika saja ada salah satu atau beberapa unsur yang tidak dilalui dan langsung berada pada tahapan tertentu, hal ini akan menjadikan rentan terjadinya kesalahan , terjadi kecacatan hasil penelitian, dan tidak memberikan manfaat yang buruk terhadap masyarakat karena ketidaksesuaian  (ketidakruntutan) tahap yang dilalui.

Suatu ilmu pengetahuan yang terbaik adalah sesuatu hal yang mengikuti alur sistematika penelitian secara ilmiah. Hal ini berurutan dara yang paling utama ke yang paling akhir adalah :

a)    Realitas : sesuatu yang harus didasarkan oleh pemikiran akal yang jelas dan objektif

b)   Fenomena : suatu realitas tersebut harus dibuktikan dengan kejadian yang memperkuat dan menjadi objek nyata dalam penelitian

c)    Fakta (informasi – data) : pengumpulan berbagai sumber untuk data dan informasi untuk memperkuat fenomena. Atau dalam hal ini mengelolah data agar menjadio informasi  yang jelas, dan sistematis

d)   Term / konsep / konseptualisasi / proposisi : harus ada gambaran yang jelas mengenai tujuan penelitian ilmu pemgetahuan ini dilakukan agar hasilnya tidak meluas ke hal yang tak penting-penting.

e)    Metodologi /logika : penyusunan strategi berdasarkan biaya, tenaga, dan jangkauan

f)    Hipotesis : Hipotesis adalah jawaban sementara dari sebuah pertanyaan yang ada dalam penelitian dan harus diuji kebenarannya dengan melakukan penelitian.

g)   Tesis/teori/hukum : tesis merupakan penjelasan mengenai gejala yang terdapat dalam dunia fisik. Dan teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan

h)   Aksioma adalah sebuah pernyataan yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Artinya, pernyataan yang ada itu bersifat mutlak atau benar dan dapat diterapkan oleh masyarakat luas.

i)     Paradigma aalah tahapfinalisasi ilmu pengetahuan yakni merupakan hasil dari usaha yang telah dilakukan. Paradigma aadalah tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan membentuk citra subjektif seseorang, mengenai realita dan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita itu

 

Manfaat ilmu pengetahuan adalah :

  1. To discribe : untuk mendiskripsikan atau menggambarkan sesuatu yang akan dijadikan ilmu pengetahuan.
  2. To explane : menjelaskan makna / menerangkan fenomena-fenomena yang diangkat dalam kajian ilmu pengetahuan.
  3. To predic : memprediksikan apa yang terjadi saat ini dan nanti, perkembangan atau kemunduran, kemanfaatan yang semaksimal mungkin atau justru penyalahgunaan.
  4. Rekayasa : penggambaran cita-cita yang akan terjadi ketika suatu ilmu pengetahuan mampu membawa negara menjadi best excellent with morality

 

 

Penutup dalam pertemuan kita kali ini adalah bahwa mahasiswa yang excellent adalah orang yang memiliki sifat:

  1. Terpuji
  2. Memiliki prestasi
  3. Perfect dalam hal kehadiran , penggunaan alat dalam menjelaskan sesuatu, efisiensi waktu, dan efektivitas kinerja
  4. Do the best
  5. Memiliki percaya diri yang tinggi

 

Dan mahasiswa yang morality adalah mahasiswa yang jujur dan amanah.

Tak lupa pula ada evaluasi presentasi oleh pak Adib kepada kelompok penyaji saat itu adalah moderator yang kurang excellent, penyajian kelompok yang kurang lengkap, dan kegiatan diskusiyang kurang tertata rapi dan kurang aktif. Semoga kedepannya kita akan menjalankan presentasi yang lebih baik lagi guna bekal kita ketika kita memimpin masyarakat, aamiin ^_^

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :