Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

: Pengaruh Stratifikasi Sosial Terbuka dalam Masyarakat Serta Hubungannya dengan Mobilitas Sosial,dan Gender

08 January 2014 - dalam Umum Oleh siti-alvi-fisip12
  1. 1.    Manfaat stratifikasi sosial yang bersifat terbuka pada masyarakat.

Dalam stratifikasi sosial terbuka setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berpindah jenjang baik ke atas (bagi yang beruntung), ataupun dari ke atas ke bawah (bagi yang tidak beruntung).

Adapun manfaat yang dirasakan oleh masyarakat yaitu diantaranya:

  • Masyarakat sangat termotivasi untuk berusaha. Adanya kebebasan dalam stratifikasi sosial terbuka menyebabkan bebasnya tingkah laku individu. Namun dalam kebebasan itu individu itu tentunya juga terdapat keinginan untuk memenuhi kebutuhannya untuk mendapatkan nilai kepuasan baginya. Sehingga dengan berbagai cara individu itu akan terus mencari ide dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut.
  • Masyarakat lebih semangat dalam usaha menggali kemampuan dan kecakapan yang ia miliki. Dalam masyarakat yang berstratifikasi sosial terbuka,terbuka peluang besar untuk berpindah ke strata yang sesuai dengan kemampuannya,dan sesuai dengan hasil usahanya. agar setiap usaha mengandung nilai yang bagus,dan berguna serta tidak sia-sia, maka dalam semua tindakannya harus dengan ringan tanpa beban sesuai dengan kecakapannya. Namun kecakapan itu sulit untuk disadari oleh tiap individu,sehingga dalam usaha untuk climbing ke strata yang lebih atas,ia harus mengerti ,menggali dan mengapresiasikan serta mengembangkan kemampuannya untuk mendapat hasil lebih baik.
  • Masyarakat memiliki peluang yang sangat besar untuk mendapat kesempatan dalam meraih tujuan usahanya. Setiap manusia yang ada  di dunia itu pasti ingin merubah hidupnya. Apabila ada kesempatan yang luas,tentunya manusia akan lebih giat berusaha agar ia tidak selalu bekedudukan dibawah saja, ataupun yang ada di kelas atas jika beruntung ia bisa bertahan bahkan lebih maju lagi dari kedudukannya.
  • Masyarakat mendapat rangsangan untuk berkembang dan maju. Rangsangan yang ada dalam masyarakat adalah berasal dari tiap individu itu sendiri. Dalam stratifikasi sosial terbuka,antar individu cenderung bersaing untuk mendapat yang lebih dari yang lainnya. Sehingga apapun yang dihasilkannya itu,harus sebagus mungkin dan se-efisien mungkin sera se-ekonomis mungkin. Sehingga,dalam masyarakatpun,banyak sekali barang ekonomis yang sangat berguna,dan terus bersaing mendapat hal yang unggul, dan mampu mempengaruhi pola fikir, dan segala aktifitas manusi agar lebih maju.
  • Pembedaan garis antara strata tidak begitu jelas. Adanya stratifikasi sosial ini menyebabkan adanya persamaan antara hak dan kewajiban sehingga sebebas apapun orang itu melakukan aktifitas, namun tetap sederajatlah mereka. Perbedaan kelas-kelas sosial tidak begitu nampak karena adanya kerjasama satu sama lainnya yang mana antar individu merasa saling membutuhkan, saling mempengaruhi, dan saling melengkapi. Sehingga mereka bergerak dan beraktivitas namun sosialisasi mereka tetap ada. Mereka saling menyadari.
  • Pendistribusian kedudukan secara proporsional. Adanya stratifikasi sosial menyebabkan adanya usaha keras untuk menunjukkan kemampuan dan keahlian masing-masing, yang mana satu sama lain tentu berbeda-beda. Ada yang mengarah ke sosialisasinya yang pintar, mencari infotmasi, menata info, mengarahkan strategi, penelitian lapangaan, analisis kebijakannya, manajemen ,ataupun yang lainnya. Sehingga,terdapat pendelegasian wewenang, dan spesialisasi pekerjaan.yang mana 1 sama lain digunakan untuk mencapai keseimbangan dalam proses sosial dan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang merata. Mereka mempunyai kedudukan yang berbeda-beda dan sesuai dengan apa yang mereka punya dan mampu kembangkan serta mereke pertanggungjawabkan.

 

Contoh Kongkrit:

 

 

  1. 2.    Pihak yang dirugikan akibat adanya stratifikasi sosial yang bersifat terbuka

Pihak yang paling dirugikan ialah

Contoh kongkrit:

 

 

  1. 3.    Hubungan stratifikasi sosial dengan mobilitas sosial  

Stratifikasi sosial adalah Pembedaan atau pengelompokan masyarakat ke dalam jenjang sosial yang bersifat hierarkhis. Perwujudannya adalah adanya kelas – kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility).

Tingkat mobilitas Sosial pada masing – masing masyarakat berbeda – beda. Pada masyarakat yang bersistem kelas sosial terbuka maka mobilitas sosial warga masyarakatnya akan cenderung tinggi. Sebaliknya, pada sistem kelas sosial tertutup, seperti masyarakat feodal atau masyarakat bersistem kasta, maka mobilitas sosial warga masyarakatnya akan cenderung sangat rendah dan sangat sulit dirubah atau bahkan sama sekali tidak ada.mobilitas inilah yang menyebabkan terjadinya suatu stratifikasi sosial, yang membedakan antara kelas atas, menengah,ataupun kelas bawah. Hanya saja perubahan tetap bisa terjadi namun,sangat sulit.stratifikasi sosial dapat berubah cenderung hanya dengan proses perkawinan.

Hubungan antara stratifikasi sosial dan mobilitas sosial yaitu sangat erat. Keeratan tersebut terbukti dari status yang berbeda-beda yang terjadi dalam masyarakat. Stratifikasi adalah tingkatan status sosialnya(hasil mobilitas sosial),dan mobilitasi adalah  proses pergerakan menuju tingkatan-tingkatan tersebut.

Contoh kongkrit yang terjadi, yaitu : Seseorang yang dulunya pengusaha jatuh bangkrut akibat usahanya gagal. Akibatnya dia sekarang menjadi seorang penjual sayuran.

Kejadian tersebut merubakan suatu kenyataan dalam masyarakat dalam hal stratifikasi sosial dan mobilitas sosial. Yang menunjukkan Stratifikasi sosial yaitu seorang pengusaha dan seorang penjual sayuran. Dan yang menunjukkan mobilitas sosial yaitu perpindahan status dari seorang pengusaha menjadi seorang penjual sayuran.

 

  1. 4.    Hubungan Stratifikasi sosial dengan berbagai ketimpangan yang bernuansa gender

 

Gender adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembedaan antara laki – laki dan perempuan secara sosial.

Gender merupakan hasil kontruksi sosial maupun kultural.Seperti, perempuan dianggap lemah lembut, emosional, keibuan dan lain sebagainya. Sedangkan laki-laki dianggap kuat, rasional, perkasa dan sebagainya. Sifat – sifat tersebut bukan kodrat karena tidak selamanya dan dapat pula dipertukarkan.

Stratifikasi sosial lebih berkenaan dengan adanya dua atau lebih kelompok yang bertingkat dalam suatu masyarakat, yang anggota – anggotanya mempunyai kekuasaan, hak – hak istimewa dan prestise yang tidak sama.

Inti dari stratifikasi sosial adalah perbedaan akses golongan satu dengan golongan masyarakat lain dalam memanfaatkan sumber daya.

Gender dalam masyarakat sangat mementukan sekali stratifikasi sosial. Ditinjau pula dengan adanya kontruksi sosial maupun kulturalnya. Apalagi stratifikasi sosial terjadi karena adanya perbedaan atas dasar kekuasaan, pendidikan, kesolehan agama dan ekonomi maupun harta. Semua itu bermula dengan adanya gender. Kekuatan genderlah yang menentukan stratifikasi yang teradi di masyarakat. Laki-laki yang dikenal perkasa tentunya mampu bekerja keras lebih dari perempuan yang memiliki kekuatan kurang dari laki-laki begitu juga otakya. Perbandingan kerja otak laki-laki dan perempuan 9:1.  Sehingga dalam bekerjapun,laki-laki kuat bisa menghasilkan barang ekonomis lebih banyak melalui otak ataupun ototnya. Sedangkan perempuan, kemampuan ototnya terbatas, dansangat terbagi waktunya untuk mengelola kebutuhan keluarga,dan mengelola hasil dari kerja sang laki-laki. Hasilnya uang yang digunakan untuk penentu tingkat stratifikasi sosial ,sang laki-laki lenih banyak menghasilkan dari pada perempuan. Secara otomatis,penghasilan laki-laki seharusnya lenih hesar dari pada perempuan. Tingkat pendapatan inilah yang memunjukkan adanya stratifikasi. Dalam agama pula,laki-laki adalah sebagai imam,penuntun keluarga. Sedangkan perempuan adalah makmum. Laki=laki harus memiliki ilmu pengetahuan agama yang harus melebihi perempuan yang sebagai makmumnya. Sehingga laki-laki mampu dipandang baik dan sangat berguna. Pandangan imam,dan makmum inilah yang juga merupakan stratifikasi sosial yang dipandan dari sesuatu yang dihargai yakni PENGETAHUAN khususnya agama

 

.

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :