Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

Pelatihan Ketrampilan Aneka Kreasi Kain Perca dan Flanel sebagai Bekal Wirausaha Mandiri dan Kreatif bagi Anak-Anak Yatim di Panti Asuhan Darul Falah Surabaya

08 January 2014 - dalam Umum Oleh siti-alvi-fisip12

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  JUDUL

Pelatihan Ketrampilan Aneka Kreasi Kain Perca dan Flanel sebagai Bekal Wirausaha Mandiri dan Kreatif bagi Anak-Anak Yatim di Panti Asuhan Darul Falah Surabaya

1.2  LATAR BELAKANG

Semakin ketatnya persaingan didunia kerja dan sempitnya lowongan pekerjaan akan menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran. Menurut badan pusat stastitika, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2013 mencapai 5,92 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2012 sebesar 6,14 persen dan TPT Februari 2012 sebesar 6,32 persen. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam mengurangi jumlah penganguran di Indonesia salah satunya melalui upaya mendorong jumlah penguasaha yang baru. Indonesia sendiri sampai saat ini jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%. David McCleland seorang sosiolog menyakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari persentase keseluruhan penduduk di negara tersebut harus menjadi wirausahawan.

Jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif rendah. Oleh karena itu, kami ingin mengadakan pelatihan ketrampilan untuk anak-anak yatim piatu sebagai salah satu bentuk kontributif nyata dalam merangsang jiwa kewirausahaan dan memberdayakan mereka. Nilai-nilai yang dapat dibangun dari wirausaha diantaranya keberaniaan, tanggung jawab, kerja keras, dan komitmen yang tinggi dapat terpupuk sejak dini sehingga dapat menjadi bekal mereka dalam berwirausaha. Wirausaha juga memungkinkan seseorang membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain tidak lagi sebagai pencari kerja (job seeker).

Pelatihan ini mengambil lokasi di Panti Asuhan Darul Falah, yang terletak di Jalan Ngagel Rejo 2, No. 9 A, Surabaya. Panti Asuhan Darul Falah saat ini memiliki.. jumlah anak asuh. Mereka berangkat dari keluarga kurang mampu dan ada yang yatim piatu. Anak-anak di panti asuhan ini masih belum mendapatkan materi kewirausahaan yang akan membantu mereka menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam bidang pekerjaan. Keterampilan yang akan diberikan adalah kreasi inovatif dari kain perca dan flanel. Keterampilan ini memanfaatkan kain perca yang murah dan menghasilkan kerajinan yang bernilai ekonomi. Usaha kreasi kain perca dan flanel memiliki prospek bisnis yang cukup baik, banyak konsumennya yang mencakup segala usia, cukup mudah pembuatannya, dan modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Kerajinan ini mempunyai peluang besar untuk dijadikan usaha baru. Sehingga diharapkan tidak hanya pendidikan formal saja yang mereka dapatkan tetapi adanya soft skill baru yang dapat menjadi bekal mereka dalam merintis usaha mandiri yang kreatif.

1.3  PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil perumusan masalah sebagai berikut :

Selama ini anak-anak di Panti Asuhan Darul Falah melakukan aktifitas sehari harinya dengan kegiatan sekolah, mengaji, dan belajar materi agama Islam. Materi kewirausahaan (enterprenuership) yang menekankan aspek kemandirian dan kreatifitas masih belum mereka dapatkan. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan ketrampilan sebagai modal untuk berwirausaha dengan harapan kelak mereka dapat menjadi pengusaha yang kreatif dan mandiri.

1.4  TUJUAN PROGRAM

Menanamkan jiwa wirausaha mandiri yang kreatif dan meningkatkan soft skill anak-anak Panti Asuhan Darul Falah agar kelak mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk mencari rezeki melalui pelatihan keterampilan kreasi kain perca dan flannel serta strategi pemasaran hasil kreasi.

1.5  Luaran yang diharapakan

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah:

  1. Anak-anak Panti Asuhan Darul Falah memiliki keterampilan dan kemampuan menjahit berbagai kreasi flannel serta  kreatif dalam menciptakan produk-produk kreasi flannel yang layak jual sehingga dapat bersaing dengan usaha-usaha yang lain.
  2. Dengan keterampilan yang dimiliki anak-anak Panti Asuhan Darul Falah dapat membuat lapangan kerja baru. Mereka dapat memulai bekerja secara mandiri. Setelah mahir dalam bidangnya mereka pun dapat mengajak orang-orang disekitarnya untuk mengembangkan keterampilan dan bisnis yang telah mereka miliki.
  3. Membangun dan menguatkan jiwa wirausaha anak-anak Panti Asuhan Darul Falah.

1.5 KEGUNAAN PROGRAM

  1. Menanamkan jiwa wirausaha sehingga diharapkan mampu menciptakan pengusaha ideal yang kreatif, inovatif dan terampil dalam mengkreasikan kain flannel dan perca sebagai modal untuk terjun dalam dunia wirausaha.
  2. Meningkatkan dan mengembangkan potensi kewirausahaan anak-anak di Panti Asuhan Darul Falah.
  3. Menumbuhkan semangat dan menanamkan pentingnya berwirausaha (entrepreneurship) kepada anak-anak di Panti Asuhan Darul Falah yang dapat menjadi bekal mereka dalam merintis usaha mandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Panti Asuhan Darul Falah  merupakan salah satu panti asuhan yang ada di Surabaya, tepatnya terletak di jalan Ngagel Rejo 2, No. 9 A, Surabaya. Tenaga pengajar yang ada dipanti asuhan Darul Falah terdiri dari dua orang pengasuh dan empat staf pengajar. Saat ini panti memiliki anak asuh berjumlah 23 orang. Sebagian dari mereka menempuh pendidikan mulai dari SD sebanyak tiga orang, SMP 13 orang, dan SMA sebanyak tujuh orang.

Aktifitas anak-anak di Panti Asuhan Darul Falah dari pagi hingga siang hari mereka bersekolah di sekolah negeri di daerah sekitar panti asuhan. Setelah aktifitas sekolah formal usai mereka kembali ke asrama panti untuk melakukan rutinitas harian yakni mengaji dan belajar materi agama Islam. Saat kami mengunjungi panti asuhan, kami sempat berdiskusi dengan salah satu ustadzah panti mengenai permasalahan yang dihadapi anak-anak panti. Permasalahan tersebut mengenai minimnya ketrampilan yang dimiliki anak-anak panti sebagai bekal mereka untuk berwirausaha mandiri ditengah persaingan kerja yang cukup ketat. Terbatasnya biaya dan tidak adanya tenaga pengajar keterampilan yang dimiliki pengelola panti asuhan menjadi kendala untuk memberikan materi keterampilan kepada anak-anak panti.

Anak-anak di panti asuhan tersebut selama ini belum mendapat bekal ilmu keterampilan yang nantinya dapat memandirikan mereka kelak. Dengan kegiatan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam merangsang jiwa wirausaha mereka sehingga dapat menjadi bekal dalam merintis usaha mandiri yang kreatif.

 

 

 

 

 

 

BAB 3

METODE PELAKSANAAN

  1. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengetehui kondisi riil dari Panti Asuhan Darul Falah serta untuk mendapatkan gambaran mengenai bagaimana metode penyampaian yang tepat serta efektif dalam penyampaian materi.

  1. Kerja sama dengan pihak terkait

Tim pelaksana melakukan kerja sama dengan pengurus Panti Asuhan Darul Falah untuk mendukung kesuksesan program.

  1. Persiapan pelatihan dan pelaksanaan pelatihan

Persiapan pelatihan meliputi pembelian alat, bahan, dan konsumsi, dan pemilihan narasumber.

  1. Pencarian pasar untuk hasil kreasi anak-anak Panti Asuhan Darul Falah

Sasaran pemasaran antara lain adalah pelajar, penjual souvenir, dan ibu-ibu. Metode pemasarannya adalah melalui  toko, koperasi sekolah, dan agen pengecer (dijual langsung).

  1. Tahap Pelaksanaan

Pelatihan kewirausahaan dan keterampilan ini akan dilaksanakan sebanyak 10 kali pertemuan.

  1. Pelatihan 1 dan 2

Pada pertemuan ke-1 dan ke-2 peserta akan diberikan materi seputar kewirausahaan. Penyampaian materi menggunakan media power point disertai potret-potret wirausahawan yang telah sukses.    

  1. Pelatihan 3 hingga 8

Pelatihan 3 hingga 8 adalah pelatihan rutin (lanjutan) yang diadakan dua minggu sekali untuk menindaklanjuti pembekalan pada pelatihan 1 dan 2. Pada pertemuan ke-3 sampai ke-8 peserta akan diberikan materi keterampilan dan langsung mempraktekkannya pada alat dan bahan yang telah disediakan. Keterampilan yang akan diberikan berupa aneka aksesoris seperti gantungan kunci boneka, bross jilbab, kreasi boneka flannel dan kreasi lainnya.

  1. Pelatihan 9 dan 10

Pada pertemuan ke-9 dan ke-10 peserta akan melaksanakan kegiatan pemasaran produk-produk yang telah mereka buat kepada masyarakat sekitar, di sekolah-sekolah dan di kampus-kampus. Kegiatan pemasaran ini berguna dalam membentuk mental wirausaha kepada mereka. Selain itu akan diajarkan pula cara memasarkan produk melalui media sosial internet.

6.   Evaluasi

Evaluasi mencakup jalannya usaha (proses produksi, dan pemasaran) serta anak-anak panti akan diberikan kuisioner mengenai kegiatan pelatihan selama 10 kali pertemuan yang telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 4

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

No

Jenis Pengeluaran

Biaya (Rp)

1

Peralatan penunjang, ditulis sesuai kebutuhan (15-25%).

Rp  1.167.000

2

Bahan habis pakai, ditulis sesuai dengan kebutuhan (20-35%).

Rp  8.153.000

3

Perjalanan, jelaskan kemana dan untuk tujuan apa (15-25%)

Rp   1.400.000

4

Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan, lainnya sebutkan (maks. 15%)

Rp  1.530.000

Jumlah

Rp  12.250.000

 

4.2 Jadwal Kegiatan

Kegiatan

Bulan ke-1

Bulan ke-2

Bulan ke-3

Bulan ke-4

Pekan ke-

Pekan ke-

Pekan ke-

Pekan ke-

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

Konsultasi









Observasi masyarakat
















Koordinasi Tim
















Persiapan Pelatihan
















Pemberian Materi Kewirausahaan















Pengenalan Alat , Bahan, dan Teknik
















Pelatihan Pembuatan Kaos Perca















Pelatihan Pembuatan Aksesoris Flannel














Pelatihan Pemasaran















Pembuatan Laporan















 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :