Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

Meraih Asa Memutus Rantai mata Kemiskinan

08 January 2014 - dalam Umum Oleh siti-alvi-fisip12

“Meraih Asa , Memutus Mata Rantai Kemiskinan”

 

By : Siti Alvi Rohmatin _ Ilmu Administrasi Negara 2012

“Meraih Asa , Memutus Mata Rantai Kemiskinan. Membawa amanah dan semangat juang untuk masa depan yang lebih cerah. Berjuang dengan ikhlas untuk berbagi kebahagiaan. Berkomitmen untuk menjaring calon dan pemimpin bangsa yang terbatas akan kebutuhan finansial . Membantu sesama untuk berkuliah terlepas dari segala keterbatasan yang ada. Menepis segala halangan hanya untuk meraih asa dan cita untuk bangsa dan negara.” Ya. . . itulah kira-kira ungkapan yang selalu terlontar dari team Bidik Misi Goes To School 2012. Menggetarkan hati bukan? ? ? Lalu pertanyaannya, apakah hal itu ada dan bisa terlaksana? Jawabannya adalah “BISA”. Bidik Misi. Bidik Misi adalah jawaban dari pertanyaan itu. Bidik misi adalah singkatan dari Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi. Begitulah kira-kira. ^_^ Bidik Misi hadir di tengah-tengah kita para pelajar Indonesia yang memang terhalang biaya pendidikan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya setelah SMA. Bidikmisi yang merupakan program mulia untuk semua masyarakat yang mana berhak merasakan bangku kulian dan mendapat pendidikan layak dari negara terlepas dari keterbatasan finansialnya.

Bidikmisi adalah program pemerintah yang merupakan rintisan dari salah satu menteri yang termasuk dalam jajaran kabinet bersatu Indonesia II pada masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bidikmisi ada karena pemerintah ingin membuktikan bahwa “Meraih mimpi tanpa kompromi” bukan hanya slogan saja. Namun, ada bukti nyata yang pasti melingkupinya. Bidik misi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemerataan  akses  ke  jenjang  pendidikan perguruan  tinggi untuk lulusan SMA/MA/SMA/MAK dan pendidikan setingkat yang sederajat. Semua ini untuk Indonesia yang lebih baik.

Bidik Misi adalah BEASISWA PENUH (NASIONAL) yang diberikan kepada mahasiswa sejak menjadi mahasiswa baru sampai lulus dalam menempuh pendidikan perguruan tinggi. Bantuan yang tak tanggung tanggung atau totalitas memenuhi  kebutuhan mahasiswanya. Pertanyaannya lagi, “kebutuhan yang mana? Kan kebutuhan mahasiswa itu banyak sekali?”. Jawabannya adalah cukup menjanjikan. Ia terdiri atas bantuan biaya daftar ulang mahasiswa baru , bantuan biaya hidup selama studi , biaya pendidikan sampai lulus sesuai dengan kurikulum, bantuan biaya penelitian dan skripsi ,bantuan biaya wisuda ,pelatihan, dan lain-lain.

Kembali pada sebuah cita-cita. Cita-cita adalah sebuah rasa atau lebih gampangnya adalah harapan yang melekat di diri manusia yang mana ia akan memberikan semangat hidup dan keindahan bagi yang memilikinya. Butuh pengorbanan dan perjuangan yang maksimal untuk merangkulnya. Dan cita-cita yang sesungguhnya adalah bukan untuk kebahagiaan individu semata tapi terlebih pada orang-orang yang ada di sekitar kita, masyarakat, bangsa dan negara. Mari kita melihat pada diri kita masing-masing, apa harapan kalian saat ini dan kedepannya? ? ? Punyakah relasi cita-cita kalian itu dengan masa depan bangsa kita? Hmm... patut difikirkan kali ya itu mulai saat ini.

Di tahun 2012 bidikmisi telah tersebar di seluruh perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Ia mencakup di semua fakultas dan jurusan yang ada di perguruan tinggi itu. Mahasiswa yang memperolehnya juga berasal dari berbagai daerah, suku, agama, bahasa, dan budaya. Bidik  misi tidak memandang itu semua karena ia sangat menyadari bahwa Indonesia itu adalah negara yang berbhineka tunggal ika.

Seperti halnya untuk diri saya sendiri. Bidik misi adalah anugrah terindah bagi saya. Sebuah jalan yang akan membantu saya meraih cita-cita saya sebagai anggota DPR. Mungkin anggapan ini sama dengan anggapan teman-teman lain yang mendapatkan bantuan ini juga. Bagaimana tidak? Melanjutkan ke jenjang SMA saja adalah sudah cukup membahagiakan dan untuk menjalaninya adalah butuh perjuangan yang sangat penuh. Apalagi kuliah. “Kuliah”. Kata-kata yang sempat saya abaikan untuk beberapa saat. Bagaimana tidak.  Ketika duduk di kelas X SMA, kuliah yang dimana-mana sudah terkenal dengan biayanya yang mahal. Biaya SP3, SOP, buku, belum lagi biaya lainnya seperti biaya tugas-tugas dan acara kampus lainnya. Membayangkan saja rasanya sudah tidak kuat. Apalagi kalau sampai membayangkan apa pekerjaan orang tua. Teriris hati ini. Rasanya setelah lulus SMA, ingin dalam diri saya hanyalah ingin bekerja. Mungkin jika terlintas untuk melanjutkan pendidikan adalah dengan kursus murah dan mencari pendidikan pendek 1 tahun saja yang mengiming-ngimingkan jaminan pekerjaan. Namun beberapa saat kemudian, ungkapan kuliah bukan lagi sebagai mimpi saja. Keinginan, harapan yang diikuti perjuangan orang tua telah menjadi dorongan utama dalam diri saya untuk melanjutkan kuliah. Ditambah lagi, ketika saya bercerita dengan salah satu guru di SMA saya yang mana merupakan guru wali saat kelas X, beliau menawarkan saya menginap dan ikut di keluarga beliau. Beliau akan membimbing saya dan menghidupi serta membiayai kuliah dimana saya akan diterima nantinya. Bu Hartining. Ya, itu nama beliau.... namun, saya tidak begitu cepat menerimanya. Justru saya menolaknya. Mengapa ? Karena saya tidak mau merepotkan orang lain. Biarkanlah saya bersama orang tua yang selama ini telah memperjuangkan pendidikan saya.

Semakin gemetar hati ini, ketika datang para pejuang bidik misi yang dengan keikhlasannya, dengan kesederhanaan dan keterbatasaanya mereka menyampaikan sebuah jalan terang bagi kami calon pemimpin Indonesia. Generasi muda yang dengan energi yang baru, kami siap membangun megahnya Indonesia. “ARGABAYU” dan BMGTS Universitas Airlangga.

Argabayu yang merupakan nama keluarga mahasiswa dari Nganjuk dari berbagai mahasiswa Perguruan Tinggi yang ada di Surabaya. BMGTS UA yang menginfokan pada kami bahwa pendidikan itu tidak hanya memandang sebuah biaya yang menjadi rajanya. Namun, prestasi juga bisa menjadi raja disepanjang masa. Lagi-lagi adalah BIDIKMISI. Sebuah bantuan yang datang dengan persyaratan – persyaratan yang cukup mudah dan tata cara pendaftaran yang sangat ringan. Persyaratan yang hanya memerlukan beberapa berkas saja. Sebagai misalnya adalah formulir pendaftaran , fotokopi Kartu Tanda Siswa, fotokopi rapor , fotokopi kartu Gakin atau surat keterangan tidak mampu secara ekonomi , fotokopi Kartu Keluarga  dan bila perlu dapat disertakan fotokopi surat pendukung lain misalkan saja sertifikat, piagam, dll. Juga SK jika memang bangunan dan tanah yang ditempati adalah bukan miliknya. Itu yang individu. Yang dari sekolah / unit dikmas juga ada. Itu juga tidak terlalu susah kok.berkasnya aja meliputi rekomendasi Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas tentang kebenaran/keotentikan seluruh berkas siswa , daftar nama siswa yang mendaftar ke perguruan tinggi penyelenggara tertentu , dll.

Guru BK di SMA sayapun sangat disiplin sekali saat mendaftaran kami. Telat mengumpulkan berkas 10 menit aja omelan sudah terlempar ke wajah kami :D lucu sekali saat itu. Dasar memang saya usil, mengumpulkan berkaspun telat-telat. Maafkan saya ibu.... Net sekolah lemot, warnet susah itu bukan menjadi masalah yang baru muncul. Malah sudah lama sekali. Belum lagi, aparatur pelayan publik yang susah sekali ditemui. Di sekolah, pagi-pagi saya dan salah satu teman saya “Umi Muhanik” yang saat ini juga diterima di Ekis FEB UA sudah izin ke guru piket untuk keluar sekolah dan mencari berkas-berkas yang dibutuhkan. Dari foto, berkas sampai log in di warnet yang lumayan jauh dari sekolah saya. Sampai malampun, saya juga masih diluar untuk meminta surat dari desa dan selanjutnya ditandatangani oleh KADES. Oh Tuhan, masih ingat benar usaha saat itu. Trima kasih ibu yang telah mendukung saya saat itu sehingga pulang malampun saya masih dipercaya. Kata yang masih teringat adalah “POKOK SAMPEYAN KUDU KULIAH MBAK. SWASTA , NEGERI PODO WAE. BERAPAPUN BIAYANE BAPAK MAK BAKAL NGUSAHAKNE. MUGO-MUGO GUSTI ALLAH NGIJABAHI MBAK.”. semangat semangat dan semangat.

Ujian nasional begitu cepat terlaksana, pendaftaran bidikmisi yang dituntun kakak team BMGTS  Nganjukpun telah usai. Saatnya detik-detik menjelang pengumuman nilai UN. Hm. . .masih ingat sekali gimana deg deg an menunggu itu semua. Tibalah saatnya pengumuman ujian nasional. LULUS. Alhamdulillah. Sorenya. . .tiba-tiba salah satu teman mengabarkan pada saya bahwa dia tidak lulus SNMPTN Undangan sekaligus BM. Rasanya tidak percaya sekali bahwa pengumuman itu sudah ada. Beberapa kali dia meyakinkan, tapi saya tetap tidak percaya. Pulsanya habis, dia sampai hutang. Oh itu demi meyakinkan saya. Akhirnya nama dan semua data untuk log in saya berikan padanya. Dia membukakan hasil saya. Sesaat kemufian . dia mengabarkan bahwa saya lolos. Allahu Akbar..saya semakin tidak percaya. Apalagi deterima di pilihan pertama saya. HP satu-satunya jatuh dan saya berlari merangkul kedua nenek saya. Tetanggapun melihatnya. Ketika emak dan bapak saya tiba dari tempat kerja bapak, saya langsung mengajak emak ke warnet. Emak yang kelihatan bingung kenapa aku menangis, begitu menurut pada saya. Tuhan maha adil. Saya benar-benar diterima di ILMU ADMINISTRASI NEGARA UNIVERSITAS AIRLANGGA dengan BIDIKMISI. Subhanallah.

“Ilmu Administrasi Negara”. Disinilah tempat dimana saya akan mengejar cita dan harapan saya. Tempat dimana yang akan membimbing dan mengarahkan saya untuk memperbaiki Indonesia melalui bidik misi. Di administrasi negara ini, saya belajar bagaimana kondisi para pelayan publik saat ini, kehidupan politik, demokrasi, sampai pada keadaan masyarakat yang ada di NKRI saat ini. Sebuah program study yang menurutku paling lengkap. Yang mengajarkan kondisi negara dari berbagai segi. Dari sosial, ekonomi, pendidikan sampai politik. Administrasi negara juga membekali para mahasiswa dengan pengetahuan dan ketrampilan serta kompetensi untuk mengidentifikasi, merumuskan masalah serta menyusun alternatif pemecahan masalah publik, mengapresiasikan pengembangan ilmu administrasi negara berikut kajiannnya, melakukan penelitian dan mengkomunikasikan hasilnya secara lisan maupun tulisan yang berkaitan dengan tata kelola pemerintah yang baik “good governance”, profesionalisme birokrasi, kebijakan publik yang rasional,kualitas pelayanan publik, administrasi dan pembangunan yang efisien serta demokrasi.

Lain dari pembahasan tentang AN yang menjadi tempatku untuk meraih mimpi. Saya mempunyai harapan terhadap BM Indonesia. Semua terulas dari sebutan “SAE”yakni spirit , Aktif, dan Energic.. Copast dari motto SKI FISIP ^_^. Spirit. Mahasiswa penerima bidikmisi haruslah aktif dari kegiatan yang ada di kampus. Dalam hal ini mahasiswa akan mengantongi soft skll tentang leadership, komunikasi, dan bekal-bekal yang akan dibawa ketika menjadi pemimpin nanti. Ia selalu bersemangat dimanapun ia berada. Memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap sesamanya. Aktif. Disini calon mahasiswa penerima bidik misi haruslah yang bersal dari mahasiswa yang dari dulu aktif dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Mahasiswa penerima BM pun haruslah mahasiswa yang aktif yang selalu membantu instansinya dalam menjaring camaba BM. Dalam hal ini membantu survey baik dalam segi ekonomi ataupun prestasi, membantu sosialisasi , dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah energic. Mahasiswa BM haruslah kuat. Ia harus kritis dalam menghadapi berbagai hal. Ia harus lembut dan dewasa dalam menghadapi permasalahan yang ada. Permasalahan itu baik dari sistem BM yang terkait penerimaan mahasiswa BM baik yang terindikasi ataupun tidak, sistem penyaluran uang BM, dan sampai pada penghentian uang BM. Ia harus tahu dipundaknyalah telah terdapat amanah untuk mengintegrasikan dan memajukan bangsa dan negara. Kelak, ia harus kuat, berjiwa pancasila, berbudaya Indonesia, dan berjatidirikan “Excellent with morality”. Ketahuilah mahasiswa BM adalah layaknya anak emas di sebuah instansi. Bagaimana tidak. Semua digratiskan untuk mahasiswa BM. Berbagai program yang melatih kualitas mahasiswa telah siap tersedia untuk mereka. Alhamdulillah sekali bukan. ^_^

Kembali kepada sebuah cita-cita. Memanglah cita-citaku adalah menjadi DPR. Alasannya cukuplah simple. Saya ingin mengabdikan diri saya kepada masyarakat dan negara yang selama ini membiayai pendidikan saya. Jikalau saya menjadi pemimpin negara sekaligus perwakilan rakyat. Ada 10 langkah harapan yang tertuju pada Indonesia. Semua akan terurai jelas disini.

Kedudukan DPR memanglah berat, dan sangat strategis. Tentu banyak orang yang meminginkannya. Namun, tak semuanya bisa menjadi apa yang diinginkan tersebut. Orang yang sukses menghadapi tantangan zaman dan masyarakatlah yang akan berhasil menduduki jabatan ini. Keadaan demokrasi dan birokrasi saat ini adalah salah satu faktor utama  yang menjadi tantangan di bidang politik. Demokrasi dan birokrasi yang memiliki relevansi yang kuat ,seringkali diabaikan di negara Indonesia yang sebenarnya sangat mengagung-agungkan demokrasi.

Jika saya menjadi DPR, ada 10 harapan saya untuk memajukan keadaan demokrasi dan birokrasi di indonesia ini adalah dengan mewujudkan dan membentuk keputusan yang isinya meliputi:

a)             Meminimalisir jumlah dari partai politik melalui surat keputusan presiden. Partai politik memanglah menggambarkan adanya birokrasi di Indonesia. Namun semakin banyak partai maka akan menjadikan tingkat kebingungan masyarakat akan keyakinan mereka. Apalagi motto dan semboyan mereka kebanyakan adalah sama. Jadi sebaiknya partai politik itu mengadakan fusi dengan partai lain yang memiliki prinsip dengan tingkat kesamaan yang tinggi. Tahap ini mungkin bisa dilaksanakan dengan cara kampanye partai didalam suatu wadah yang sama, kemudian dianalisis dan mengadakan mediasi serta difusi. Partai dalam hal ini harus benar-benar menjabarkan apa yang menjadi tujuannya berikut langkah-langkahnya juga. Rapat dihadiri oleh pers, sehingga masyarakat tidak hadir langsung dalam rapat namun mampu menjangkau informasi di rumah atau di lingkungan dimana ia berada. Dari sinilah rakyat kemudian mampu memilih partai mana yang cocok dengan hati nuraninya, sehingga ia dapat menyalurkan aspirasinya dalam pemilihan secara tulus dan tidak ikut-ikut saja. Dengan harapan pemimpin yang akan terpilih lewat partai akan menjadi agen perubahan suatu bangsa ke arah yang lebih maju lagi.

b)             Menumbuhkan profesionalisme di semua bidang untuk meminimalisir peyalahgunaan wewenang.  Indonesia di akhir-akhir tahun ini kayaknya telah memiliki ideologi baru. Ideologi tersebut adalah “uang adalah tuhan baru”. Hal ini dikarenakan sistem ekonomi, politik, hukum Indonesia yang carut marut dan budaya materialistik serta hedonisme yang ada di Indonesia semakin tinggi. Sehingga para penyelenggara negara seringkali melakukan kegiatan bukan karena ingin memajukan rakyat namun untuk mendapatkan sebuah kekuasaan, kekayaan, dan kedudukan. Hal inilah yang menjadikan perebutan kedudukan perpolitikan yang sangat menjanjikan materi berlimpah semakin memanas. Bahkan bukan hanya seorang yang mengerti politik saja yang berminat, namun juga seseorang yang sedikit bahkan tidak memiliki bakat perpolitikan sama sekali.

Seperti contohnya mahasiswa lulusan akuntansi antropologi ditempatkan di kementerian kesekretariatan negara. Usaha yang dilakukan dalam hal ini adalah dengan melakukan penyeleksian dan perekrutan secara ketat pada anggota kementerian, lembaga negara lainnya ( dari semua golongan , terarah dan terpogram jika dari masing-masing partai politik ). Perekrutan ini mungkin bisa berasal dari para pelajar politik yang berprestasi, memiliki kemampuan politik yang tinggi, berasal dari sekolah yang memiliki bidang kenegaraan dan perpolitikian Indonesia yang akan ditempatkan di suatu bidang masing-masing, faham terhadap agama etika dan moral bangsa, dan telah melakukan magang disuatu lembaga negara minimal 1 tahun. Langkah-langkah ini adalah bertujuan untuk meminimalisir adanya penyalahgunaan wewenang dan meminimalisir kesulitan dalam mengatur negara.Melakukan pemilihan secara langsung oleh rakyat yang LUBER JURDIL dengan investigasi dan advokasi calon wakil rakyat. Pemilihan rakyat di Indonesia memanglah telah terlaksana dengan langsung namun saya rasa belum mencapai tingkat BERTANGGUNG JAWAB, JUJUR DAN ADIL. Mengapa demikian? Lihat saja disana-sini masih saja banyak masyarakat yang disogok atau disuap sebelum memilih. Selain itu, jika masyarakakat ditanya mengapa memilih si X, kebanyakan jawabannya adalah “karena saya tidak tahu siapa yang akan dipilih jadi saya ikut-ikut saja”. Inilah gambaran fenomena birokrasi di Indonesia. Pemilihan di Indonesia juga kurang dalam hal administrasi. Rakyat yang sebenarnya berhak untuk memilih namun malah tidak memiliki tercatat sebagai pemilih. Tragis sekali.

c)             Melakuan investigasi dan advokasi calon. Ini adalah sistem mata-mata dilingkungan masyarakat dan calon untuk mengatahui tingkah sang calon apakah telah baik dan tidak melaksanakan sistem suap, dll nyang manyalahi aturan yaang berlaku. Selain itu, juga pembinaan atau karantina ya ng menyadiakan bimbingan kepada calon agar mengetahui cara-cara bagaimana mengambil keputusan dengan melihat peluang dan ancaman yang ada dan mengimplementasikan sebuah kebijakan secara efektif dan efisien. Langkah ini dikarenakan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki kesdaran demokrasi yang tinggi, dan memnuhi 5 sila Indonesia.

d)            Menegakkan good government. Memperbaiki sistem kenegaraan karena sistem di negara kita masih carut marut sehingga banyak terjadi tumpang tindih kewenangan yang disebabkan sistem birokrasi kita yang gemuk namun sangat miskin fungsi. Gemuk dalam hal ini adalah sangat melimpahya pengurus dan para aparatur negara namun tidak memiliki dedikasi yang cukup serta melimpahnya wadah-wadah politik Indonesia. Sehingga tujuan yang akan dicapai sangatlah tidak jelas, terlalu banyak, tidak memiliki skala, tidak menghasilkan kebijakan yang nyata dalam mengayomi masyarakat, bahkan mensejahterakan masyarakat.. Sebaiknya lembaga negara meminimalisir jumlah anggotanya dan mengarahkan tugas pokoknya dan melakukan sistem manajemen kenegaraan yang tersistem, terprogram dan terencana.

e)             Mantransparansikan kegiatan kenegaraan beserta rancangan program kerja kedepan, anggaran dan proposalnya. Hal ini dikarenakan agar masyarakat tahu apa yang kebijakan yang akan dilakukan negara sehingga mungkin masyarakat bisa membantu dengan tindakan dan perilakunya yang sesuai dengan keinginanb negara. Selain itu, agar masyarakat mengerti dan mempercayai pemerintah sebagai penyelenggara negara yang mampu memajukan mereka. Hal inilah yang akan menimbulkan sistem demokrasi dan birokrasi Indonesia kearah yang lebih baik. Transparansi ini dilaksanakan dengan rapat tahunan yang disoroti oleh media. Namun tidak terlalu banyak media juga. Karena terlalu banyak media justru akan mengganggu sinergitas pemikiran rapatnya. Mungkin hal yang akan baik juga adalah dengan mengundang beberapa masyarakat biasa dari berbagai daerah sehingga masyarakat juga bisa memberi dan menjabarkan peluang yang menguntungkan di tiap daerah yang baik untuk Indonesia ke depannya. Anggaran yang ditransparansikan adalah anggaran yang bertanggung jawab, dan tidak diakumulasi ke nilai yang lebih besar. Sehingga, masyarakat bisa tahu kearah mana dana negara yang begitu banyak dialokasikan.

f)              Mengajukan penghapusan kebijakan bantuan-bantuan subsidi pemerintah, mengurangi nilai import barang konsumsi dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat serta Pemerataan Pembangunan Ekonomi.

Subsidi pemerintah dan bantuan-bantuannya memanglah sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun lambat laun bantuan ini justru akan menghambat efektivitas kerja masyarakat. Masyarakat hanya menggentungkan biaya pemenuhan kebutuhan dari negara, dan tidak apabila dan aturun itu tidak mereka gunakan untuk modal usaha namun untuk biaya makan dan kebutuhan sehari-hari. Barang produksi Indonesia sebenarnya adalah lebih baik dan unggul dari produksi negara lain. Namun dengan adanya produk impor, produk dalam negeri sedikit atau bahkan tidak laku di pasaran padahal itu adalah hasil karya anak dalam negeri yang bermanfaat bagi pendapatan ekonomi masyarakatnya.

Hal ini juga  meningkatkan kemandirian suatu masyarakat agara tidak bergantung terus menerus pada barang jadi namun ia mampu berinovasi yang baru untuk melanjutkan kehidupannya. Selain itu, dengan mengurangi barang impor juga akan mengurangi pengeluaran pemerintah yang sebenarnya bisa dialokasikan kepada peningkatan usaha produktivitas masyarakat. LSM juga ditegakkan dan terpogram agar menghasilkan aktor-aktor usaha yang berdedikasi tinggi bermanfaat bagi ekonomi negara. Secara tidak langsung mampu mengurangi tingkat TKI di luar negeri

Pembangunan ekonomi ini adalah salah satu pilar suksesnya suatu negara. Namun saat ini pembangunan ekonomi hanya berpusat pada daerah dan kota-kota besar saja. Sedangkan daerah pelosok-pelosok sedikit atau bahkan tidak terjamah sama sekali. Saya mengusulkan bahwa di daerah terpencil itu, diadakan program pembinaan kerja seperti halnya LSM,dsb. Mereka dibina dan kemudian bagi yang berkualitas dan memiliki kemampuan unggul terlebih dahulu, diberi modal dan diserahi kewenangan untuk mendirikan usaha yang anggotanya adalah masyarakat yang ada di lembaga binaan tersebur. Evaluasi dilakukan setiap 1 bulan sekali. Sehingga, bagi mereka yang nampak lagi sebagai calon manajer akan diberi modal dari sebagian hasil laba usaha lembaga kewirausahaan awal yang telah terbentuk. Dan begitu seterusnya dimaksimalkan untuk mencapai suatu lembaga ekonomi maju dan kalau bisa saling mengadakan kerjasama antar usaha. Secara tidak langsung bisa dinamakan sebagai usaha yang menerapkan sistem perekonomian koperasi yaitu untuk rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Pembangunan seperti ini dikarenakan adanya persaingan global yang semakin meningkat sehingga negara harus memiliki suatu keunggulan produk dari negara lain dan secara tidak langsung adalah mampu mensejahterakan rakyatnya dengan mengurangi tingkat angka beban ketergantungan, pengangguran, dan peningkatan penghasilan sekaligus pemasukan pemerintah.

g)             Mengembangkan dan memperbaiki manajemen pengeksploran SDA Indonesia ( baik di darat dan laut) dan tempat wisata baik pulau ataupun daerah otonom lainnya.

NKRI adalah negara yang kaya yang memiliki kekayaan alam yang terkandung didalamnya . Namun sepertinya SDA ini kurang diperhatikan oleh bangsa Indonesia. Bilapun dperhatikan maka akan dieksplor secara berlebih dan tidak memperhatikan lingkungan dan pembangunan berkelanjutannya. Nah, disinilah perlu ditegaskan peraturan hukum tentang pemanfaatan SDA, serta penganalisisan tentang SDA apa saja yang ada di Indonesia kemudian diolah dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat.

Selain SDA yang ada di Indonesia, panorama keindahan alam juga banyak terdapat di Indonesia. Tempat wisata yang digunakan sebagai tempat menyegarkan fikiran , sekaligus menambah devisa negara. Tempat wisata ini tidak diolah secara baik, baik manajemennya ataupun keindahannya. Tingkat kebersihan, penataan ruang, kekokohan bangunan banyak diabaikan di Indonesia.

Bukan hanya tempat wisatanya yang tidak terurus, namun Indonesia seringkali hanya mengeksplor keindahan itu itu saja. Padahal banyak keindahan yang belum terjamah oleh warga dan bisa diperbaiki guna menambah kuantitas ekopariwisata Indonesia.

h)             Menata program pendidikan di negara kita menjadi lebih baik lagi.

Program yang sesuai dengan identitas bangsa kita , penyediaan beastudi para generasi penerus bangsa karena pendidikan adalah kunci perubahan yang masif kesemua bidang.

Sering kita lihat pendidikan Indonesia saat ini adalah jauh dari identitas nasional. Pendidikan kewarganegaraan, agama, etika tidak jarang dijadikan sebagai mata pelajaran dan mata kuliah sampingan saja. Sehingga kebanyakan para generasi penerus bangsa tidak mengenali jatidiri yang terkandung di Indonesia, tingkah lakunya yang amburadul, meniru budaya barat yang jauh dari karakteristik budaya timur, dan merusak tatanan masyarakat. Masyarakat khususnya generasi muda juga lalai dalam memfiltrasi budaya barat hedon yang masuk. Bangkan saja, bagaimana tatanan kehidupan jika pelakunya saja telah amburadul. Apalagi jika mereka akan mengurusi kepentingan negara, pastilah mereka akan berbuat untuk kepentingannya saja dan mengabaikan kepentingan umum. KKN, penyalahgunaan wewenang, dan penyimpangan-penyimpangan lainnya akan marak terjadi sehingga tatanan kehidupan yang ia pimpin juga akan rusak dan tidak tercipta keadilan, ketertiban dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, pendidikan saat ini juga sangatlah sulit dijangkau untuk kaum kelas menengah kebawah. Padahal, rata-rata mereka yang memiliki kualitas baik. Kemauan yang super adalah mereka yang terhambat dalam segi ekonomi. Sehingga jika saya jadi presiden maka akan saya alokasikan dana anggaran pemerintah guna bantuan beasiswa untuk kalangan berprestasi dan kurang mampu dengan melakukan seleksi yang ketat di tiuap daerahnya. Sehingga motivasi mereka tinggi untuk memperbaiki kualitas hidupnya dan untuk bangsa.

Selain itu pula, bagi mereka yang merupakan lulusan luar negeri dan memiliki keunggulan intelektual tinggiu mereka akan dibimbing untuk mencapai kecerdasan moralnya yanh kemidian akan disediai tempat dalam ranah politik untuk memanfaatkan kemampuannya dan disediakan peluang untuk mendirikan usahanya.

i)               Melakukan perevisian undang-undang yang sesuai dengan perubahan kepentingan rakyat dan peningkatan ketegasan para penegak dan lembaga hukum negara.

Hal ini dikarenakan lembaga penegak hukum yang kurang tegas, dan hukum yang ada di Indonesia juga jauh dari kesempurnaan keinginan masyarakat. Keadilan, kesamaan, dan ketertiban yang merupakan landasannya jauh dari pandangan mata hukum. Hukum dapat dibeli lewat uang dan kedudukan. Seperti halnya kasus korupsi yang terjadi para kalangan atas, ia akan mendapat hukuman yang cukup ringan, namun lihat saja kasus pencurian sandal dimasjid,dll bahkan mendapat hukuman lebih dari 5 tahun. Sungguh tidak logis dan memprihatinkan.

Selain itu, bagi aparatur penegak hukum akan dilakukan penyeleksian yang ketat dengan berlandaskan pancasila, UUD, dan tujuan serta cita-cita negara. Mereka calonnya adalah mereka yang memiliki religiusitas dan moralitas yang tinggi. Dalam arti mereka jujur, adil, dapat dipercaya, berpendidikan tinggi, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kebijakan ini digunakan untuk mewujudkan pemerataan keadilan, ketertiban dalam tatanan masyarakat.

j)               Mengatur sistem demo agar tidak merusak sarana prasarana umum yang ada

Hal ini dikarenakan jika sarana prasarana rusak maka masyarakat sendiri yang rugi. Pengeluaran negara meningkat karena untuk memperbaiki dan akan terjadi pembengkakan dana pemerintah. Sedangkan dana pembangunan negara adalah berasal dari iuran rutin masyarakt sendiri baik langsung ataupun tidak langsung.

Aksi yang baik adalah boleh turun jalan. Namun harus atas izin lembaga yang berwenang dengan perlindungan aparatur keamanan yang cukup agar tindakan para demonstran juga lebih terarah dan tidak merugikan massa lainnya.

Sebenarnya selain demo, ada hal lain yang bisa digunakan untuk menyalurkan aspirasi rakyat misalkan saja dengan diskusi publik di media massa, surat keluhan yang diposkan kepada pemimpin,dll. Itu lebih aman, manis, dan sopan.

Selain untuk negeri, harapan saya untuk bedik misi adalah semoga program ini tetap terlaksana kedepannya. Mahasiswa penerima bidik misipun haruslah benar-benar dipilah pilah. Agar melalui input yang sederhana, output yang dihasilkan pun berkualitas baik. Program semacam bidikmisi haruslah diperlebar. semoga lulusan bidik misi menjadi lulusan yang berkualitas, yang mampu memimpin bangsa kedepannya sehingga Indonesia mampu menjadi bangsa maju yang berbudaya, bermoral, beretika, dan beragama. Satukan aksi, meraih prestasi. Wujudkan mimpi , bersama tuk mengabdi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :